- Back to Home »
- tugas kuliah »
- Ilmu Budaya Dasar [Membangun Kesadaran Budaya Lokal Dalam Perguruan Tinggi]
Posted by : Chiba Taiki
On : April 02, 2014
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Masalah
Dunia ini
memasuki era globalisasi. Dalam perkembangan era globalisasi seperti ini yang
diboncengin neoliberalisme dan modernisasi. Dapat kita ketahui bahwasanya
kebuduayaan lokal yang telah kita tanam sejak terbentuknya secara alami dan
diperoleh proses belajar dari waktu ke waktu sangat di kahwatirkan. Wujudnya
zaman modernisasi saat ini dapat kita lihat dalam bentuk IPTEK (ilmu
pengetahuan dan teknologi). Kondisi tersebut secara tidak langsung telah melahirkan
budaya baru dan mempengaruhi tatanan budaya masyarakat Indonesia. Era
globalisasi seperti sekarang ini akan berpengaruh terhadap segala bidang
kehidupan, termasuk di dalamnya adalah bidang pendidikan dan kebudayaan.
Salah satu bidang kehidupan yang harus
kita perhatinkan yaitu bidang pendidikan. Salah satu keutamaan dalam bidang
pendidikan dan kebudayaan adalah masalah identitas bangsa. Oleh karena itu,
jati diri bangsa adalah sesuatu yang harus mati – matian diperjuangkan. Jangan
sampai jati diri ini luntur dengan deresnya era globalisasi seperti ini. Budaya
asing saat ini telah mewabah dan mulai mengikis eksistensi budaya lokal yang
sangat bermakna. Dalam hal ini harus kita sadari, yang harus berperan untuk
meningkatkan kebudayaan lokal yang seharusnya kita jaga agar tidak mudah
memudar oleh zaman modern ini adalah masyarakat lokal.
Beberapa bentuk untuk menjaga budaya
lokal saat ini adalah kita peratkan
pendidikan dan mengenali kebudayaan lokal yang kita miliki kepada masyarakat,
anak sekolah dan mahasiswa. Dalam peran penting untuk mengenali kebudayaan
lokal seperti ini tertuju dengan mahasiswa yang sudah mengenali kebudayaan
lokal yang tercipa alami oleh wilayah yang menciptakan kebudayaan lokal
tersebut. Untuk itu dalam proses pembelajaran di kelas harus menggunakan
pendekatan budaya yaitu dengan cara mengaitkan materi kuliah dengan konsep yang
berasal dari budaya lokal dimana mahasiswa berada. Melalui
pengembangan konsep budaya lokal dalam proses pembelajaran, maka perkuliahan
akan lebih mudah dipahami dan diterima mahasiswa. Dengan kata lain, salah satu
cara meningkatkan partisipasi mahasiswa dalam perkulihan adalah dengan
menggunakan pendekatan pembelajaran berbasis budaya.
Tulisan
sederhana ini akan mencoba menjelaskan tentang bagaiman cara membangun
kesadaran budaya lokal dalam perguruan tinggi agar mampu meningkatkan
partisipasi mahasiswa dalam perkuliahan. Dengan hal ini, dapat kita sadari
bahwasanya kebudayaan lokal dalam perguruan tinggi dapat meningkat dan dapat
dipahami oleh mahasiswa.
1.2 Rumusan Masalah
Berdasarkan
latar belakang masalah yang telah dipaparkan di atas maka masalah yang muncul
kemudian ialah bagaiman mana cara membangun kesadaran budaya lokal dalam
perguruan tinggi? Dan berperan sebagai apakah mahasiswa saat ini agar
memertahankan kebudayaan lokal saat ini terhadap era globalisasi sseperti in?
1.3 Tujuan Penelitian
Tujuan
penilitian ini adalah :
1.
Memahami bagaimana cara memertahankan
budaya lokal
2.
Membangun kesadaran budaya lokal dalam
perguruan tinggi
3.
Menumbuhkan nilai – nilai dalam budaya
lokal dalam perguruan tinggi.
BAB II
ISI PENELITIAN
2.1
Membangun Kesadaran Budaya Lokal Dalam Perguruan Tinggi
A.
Pengertian Budaya
Menurut Koentjoroningrat, Budaya adalah keseluruhan sistem gagasan, tindakan, dan segala hasil karya manusia dalam rangka kehidupan masyarakat yang dijadikan milik diri manusia dengan cara belajar (Gering Supriyadi : 2003). Pada kesempatan
lain Koentjoroningrat
menyebut
konsep kebudayaan sebagai
sistem ide yang
dimiliki
bersama oleh masyarakat
pendukungnya meliputi : kepercayaan, pengetahuan, keseluruhan nilai dan norma hubungan
antar individu
dalam
suatu
komunitas yang
dihayati, dilakukan, ditaati, dan
dilestarikan, keseluruhan
cara mengungkapkan
perasaan
dengan bahasa lisan, tulisan, nyanyian, permainan musik, tarian, lukisan atau penggunaan
lambing
(Soetarno : 2004).
Selanjutnya, dikatakan bahwa kebudayaan teridiri dari pola-pola yang
nyata maupun tersembunyi dan untuk yang diperoleh dalam bentuk simbol – simbol
yang menjadi hasil karya dari suatu komunitas budaya. Inti pokok kebudayaan itu
sendiri merupakan
gagasan-gagasan tradisional yang diperoleh dan dipilih secara historis, khususnya nilai-nilai yang relevan. Sistem kebudayaan dapat dianggap sebagai hasil tindakan dan sebagai unsur yang mempengaruhi tindakan selanjutnya .Ditinjau
dari
bentuknya, terdapat
dua
bentuk
budaya,
yaitu budaya subjektif dan budaya objektif. Budaya subjektif adalah nilai-nlai batin yang terdapat
dalam kebenaran,
kebajikan,
dan keindahan. Sedangkan
budaya ojektif adalah tata lahir yang berbentuk materialisasi dan institusionalisasi.
Berdasarkan
fungsionalisme,
budaya yang
dapat
dimanfaatkan
dalam pembelajaran
berbasis budaya meliputi :
a. Kebudayaan
yang dapat menjaga kelangsung hidup
b. b. Kebudayaan yang bernilai ekonomi, bernilai kontrol sosial,
bernilai pendidikan, yang bersumber dari kebudayaan Nusantara (2004).
B. Pembelajaran Berbasis Budaya
Pembelajaran
berbasis budaya merupakan penciptaan lingkungan belajar dan membuat pengalaman
belajar yang mengintegrasikan budaya sebagai bagian pembelajaran. Pendekatan
ini didasarkan pada pengakuan terhadap budaya sebagai bagian yang fundamental
dalam pendidikan, ekspresi, dan komunikasi gagasan, serta perkembangan
pengetahuan. Dalam pembelajaran berbasis budaya diintegrasikan sebagai alat
bagi proses belajar untuk memotivasi mahasiswa dalam mempersepsikan keterkaitan
antara berbagai bidang ilmu.
Pembelajaran berbasis budaya sebagai salah satu pendekatan pembelajaran alternatif,
yaitu mengaitkan materi
kuliah dengan konsep
yang berasal dari budaya lokal di
mana mahasiswa berada. Melalui
pengembangan konsep budaya lokal dalam
proses pembelajaran, maka perkuliahan akan lebih mudah dipahami
dan diterima mahasiswa. Dengan kata lain, salah satu cara
meningkatkan partisipasi mahasiswa dalam perkuliahan adalah dengan menggunakan
pendekatan pembelajaran berbasis budaya.
Brooks &
Brooks percaya bahwa pendekatan pembelajaran berbasis budaya dapat memberikan kesempatan kepada perserta didik
untuk menciptakan makna dan mencapai pemahaman terpadu atas informasi keilmuan
yang diperolehnya, serta penerapan informasi keilmuan tersebut dalam konteks
permasalahan komunitas budayanya. (Sutarno : 2004). Dalam pembelajaran berbasis
budaya, mahasiswa dapat termotivasi dalam berpatisipasi dalam kebudayan lokal
dimana mahasiswa berada.
Proses belajar
dalam membangun kesadaran budaya lokal ini berfokus pada strategi agar
mahasiswa dapat melihat hubungan antara konsep/prinsip dalam bidang ilmunya,
dengan budaya, dan dapat berpatisipasi aktif, dan bangga untuk belajar budaya
lokal. Mahasiswa dapat mengembangkan daya motivasi untuk meningkatkan
kebudayaan lokal dimana mahasiswa berada. Untuk itu mahasiswa membangun
kesadaran budaya lokal dan dapat mengerti pentingnya kebudayaan lokal dalam
masyarakat.
2.2
Penutup
Membangun budaya
lokal dalam perguruan tinggi dapat di salurkan oleh masyarakat dengan cara
pendidikan yang formal. Dengan cara pembelajaran berbasis budaya, perguruan
tinggi telah mengaitkan kebudayaan lokal dalam proses pembelajaran terserbut.
Melalui itu mahasiswa dapat mudah dipahami dan diterima mahasiswa. Dengan kata
lain, salah satu cara meningkatkan pertisipasi mahasiswa dalam perkuliahan
adalah dengan menggunakan pendekatan pembelajaran berbasis budaya. Demikian
pembahasan sang penulis yaitu “Membangun Kesadaran Budaya Lokal Dalam Perguruan
Tinggi” secara singkat.
Daftar
Pustaka
M. Zainudin dan Susy Puspitasari,
2005, Strategi Peningkatan Kualitas
Pendidikan Tinggi, Edisi Revisi, PAU-PPAI Universitas Terbuka, Jakarta.
Sarbiran. Tanpa tahun. Pedoman Penelitian Tindakan Untuk Tenaga
Kependidikan. Depdikbud. Jakarta.
Soetarno, 2004, Ragam
Budaya Indonesia, Direktorat
Pembinaan Pendidikan Tenaga
Kependidikan dan Ketenagaan Perguruan Tinggi - Dirjen Dikti - Depdiknas,
Jakarta.
Gering Supriyadi, 2003, Budaya Kerja Pegawai Negeri Sipil,
Lembaga Administrasi Negara, Jakarta.
Nama : Choerul Aldi Wibowo
NPM : 11113899
Kelas : 1ka08
