Posted by : Chiba Taiki On : Mei 15, 2014

Pendahuluan

Pada zaman era globalisasi ini banyak sekali terjadinya perubahan dan perkembangan kebudayaan dalam kehidupan manusia pada sehari-harinya. Manusia tidak akan terlepas dari budaya pada setiap harinya yang mereka lakukan untuk menyempurnakan suatu kebutuhan hidupnya dengan berbagai cara yang berbeda-beda.

Dalam kurun waktu 1 tahun setiap manusia akan menemukan sebuah kebudayaan yang baru entah itu dari luar negeri maupun dari dalam negeri sendiri, dengan seketika kebudayaan itu berubah entah dati media cetak atau elektronik. Disini yang akan menjadi pembahasannnya adalah bagaimana cara budaya membentuk pola pikir manusia? Dan bagaimana hubungan antara manusia dan budaya? Oleh karena itu disini penulis akan menjelaskan akan berbagai hal mengenai Peran Budaya Dalam Membentuk Pola Pikir Manusia.

Manusia adalah makhluk ciptaan Allah yang paling semuprna. Hal yang membedakan manusia dengan makhluk lainnya adalah manusia memiliki akal dan pikiran. Hal ini diisyaratkan dalam surat At-Tiin: 4
“Sesungguhnya kami Telah menciptakan manusia dalam bentuk
yang sebaik-baiknya”.
Dalam ayat ini Allah menegaskan bahwa Dia telah menjadikan manusia makhluk ciptaan-Nya yang paling baik; badannya lurus ke atas, cantik parasnya, mengambil dengan tangan apa yang dikehendakinya; bukan seperti kebanyakan binatang yang mengambil benda yang dikehendakinya dengan perantaraan mulut. Kepada manusia diberikan-Nya akal dan dipersiapkan untuk menerima bermacam-macam ilmu pengetahuan dan kepandaian; sehingga dapat berkreasi (berdaya cipta) dan sanggup menguasai alam dan binatang.
Manusia juga harus bersosialisasi dengan lingkungan, yang merupakan pendidikan awal dalam suatu interaksi sosial. Hal ini menjadikan manusia harus mempunyai ilmu pengetahuan yang berlandaskan ketuhanan. Karena dengan ilmu tersebut manusia dapat membedakan antara yang hak dengan yang bukan hak, antara kewajiban dan yang bukan kewajiban. Sehingga norma-norma dalam lingkungan berjalan dengan harmonis dan seimbang. Agar norma-norma tersebut berjalan haruslah manusia di didik dengan berkesinambungan dari “dalam ayunan hingga ia wafat”, agar hasil dari pendidikan, yakni kebudayaan dapat diimplementasikan dimasyarakat.

Pembahasan
Manusia memiliki cara pandang yang berbeda sesuai dengan apa yang mereka dapat dari kebudayaan masing-masing yang berasal dari tempat inggal mereka, kepercayaan mereka, pandangan politik yang mereka pelajari. Saat ini banyak berbagai peran manusia yang digunakan untuk mencerminkan kepribadian masing-masing, ada yang positif ada pula yang negatif, hal itu dapat di peroleh manusia dengan cara bagaimana mereka dapat menilai suatu yang baik dan buruk dan mengambil suatu keputusan yang tepat dalam memilih suatu tindakan yang akan di kerjakan nantinya. Salah satu contohnya melakukan kegiatan positif seperti gotong-royong setiap hari minggu untuk membersihkan lingkungan dan untuk kepentingan bersama, hal tersebut dikatakan sebagai kebudayaan untuk menjadi rutinitas mereka untuk melestarikan lingkungan.

Adapun dari segi negatifnya Saat ini marak sekali terjadinya berbagai perpecahan seperti pertengkaran rumah tangga, tawuran antar pelajar, hal tersebut di karenakan tumbuhnya suatu kebudayaan yang buruk di dalam lingkungannya.

Ada banyak alasan mengapa bisa dikatakan manusia itu tidak bisa dilepaskan dari suatu kebudayaan atau manusia itu selalu dihubungkan dengan kebudayaan, dan hampir setiap aktifitas yang dilakukan manusia adalah sebuah kebudayaan. Dari sehari-hari mereka melakukan berbagai rutinitas yang sama disuatu tempat kerja, sekolah, kampus, dsb. Serta dalam berbagai kebudayaan yang dilakukan pada setiap manusia dapat menerapkan suatu budaya untuk taat pada aturan yang telah ditetapkan pada suatu tempat.

Manusia dan kebudayaan merupakan salah satu ikatan yang tak bisa dipisahkan dalam kehidupan ini. Manusia sebagai makhluk Tuhan yang paling sempurna menciptakan kebudayaan mereka sendiri dan melestarikannya secara turun menurun. Budaya tercipta dari kegiatan sehari hari dan juga dari kejadian – kejadian yang sudah diatur oleh Yang Maha Kuasa.
Kebudayaan berasal dari kata budaya yang berarti hal-hal yang berkaitan dengan budi dan akal manusia. Definisi Kebudyaan itu sendiri adalah sesuatu yang akan mempengaruhi tingkat pengetahuan dan meliputi sistem ide atau gagasan yang terdapat dalam pikiran manusia, sehingga dalam kehidupan sehari-hari, kebudayaan itu bersifat abstrak. Namun kebudayaan juga dapat kita nikmati dengan panca indera kita. Lagu, tari, dan bahasa merupakan salah satu bentuk kebudayaan yang dapat kita rasakan.
Secara sederhana hubungan antara manusia dengan kebudayaan ketika manusia sebagai perilaku kebudayaan,dan kebudayaan tersebut merupakan objek yang dilaksanakan sehari-hari oleh manusia
Di dunia sosiologi manusia dengan kebudayaan dinilai sebagai dwitunggal,maksudnya walaupun keduanya berbeda tetapi merupakan satu kesatuan yang butuh,ketika manusia menciptakan kebudayaan,dan kebudayaan itu tercipta oleh manusia.

Contoh-Contoh Hubungan Antara Manusia dengan Kebudayaan

Kebudayaan-kebudayaan khusus atas dasar faktor kedaerahan Contoh: Adat-istiadat melamar di Lampung dan Minangkabau. Di Minangkabau biasanya pihak permpuan yang melamar sedangkan di Lampung, pihak laki-laki yang melamar.
Cara hidup di kota dan di desa yang berbeda ( urban dan rural ways of life) Contoh: Perbedaan anak yang dibesarkan di kota dengan seorang anak yang dibesarkan di desa. Anak kota bersikap lebih terbuka dan berani untuk menonjolkan diri di antara teman-temannya sedangkan seorang anak desa lebih mempunyai sikap percaya pada diri sendiri dan sikap menilai ( sense of value )
Kebudayaan-kebudayaan khusus kelas sosial Di masyarakat dapat dijumpai lapisan sosial yang kita kenal, ada lapisan sosial tinggi, rendah dan menengah. Misalnya cara berpakaian, etiket, pergaulan, bahasa sehari-hari dan cara mengisi waktu senggang. Masing-masing kelas mempunyai kebudayaan yang tidak sama, menghasilkan kepribadian yang tersendiri pula pada setiap individu.
Kebudayaan khusus atas dasar agamaAdanya berbagai masalah di dalam satu agama pun melahirkan kepribadian yang berbeda-beda di kalangan umatnya.
Kebudayaan berdasarkan profesi Misalnya: kepribadian seorang dokter berbeda dengan kepribadian seorang pengacara dan itu semua berpengaruh pada suasana kekeluargaan dan cara mereka bergaul. Contoh lain seorang militer mempunyai kepribadian yang sangat erat hubungan dengan tugas-tugasnya. Keluarganya juga sudah biasa berpindah tempat tinggal.

Penutup
Dari pembahasan diatas dapat disimpulkan bahwa setiap manusia tidak dapat terlepas dari suatu kebudayaan, Dan kebudayaanlah yang membentuk suatu pola pikir manusia, dan suatu kebudayaan itu tidak hanya di dapatkan hanya dari daerah asal manusia itu lahir, dan tinggal untuk hidup di sana. Tetapi kebudayaan dapat di hasilkan dari cara manusia itu bergaul dan lingkungan yang di singgahi, dari situlah manusia dapat menilai suatu keputusan yang tanggapi untuk menjadi suatu patokan hidup.

Setiap manusia bisa dibentuk budayanya dengan cara tanggung jawab dan etika moral harus dimiliki, menciptakan nilai kebaikan, kebenaran, keadilan dan tanggung jawab agar bermakna bagi kemanusiaan.
Intinya manusia membutuhkan budaya sebagai identitas dirinya dan budaya membutuhkan manusia agar budaya itu sendiri tidak hilang.Oleh karena itu kita sebagai manusia haruslah mengingat dan melestarikan setiap kebudayaan yang sudah ada sejak nenek moyang kita dilahirkan, dan kita turunkan kembali kepada keturunan-keturunan kita yang berikutnya. Dengan demikian, kebudayaan tidak akan mudah punah meskipun kita berada di dunia yang semakin modern karna faktor globalisasi.

Referensi
http://aryapramudya-gunadarma.blogspot.com/2012/03/hubungan-antara-manusia-dengan.html (di unduh pada tanggal 14 mei 2014)
http://id.wikipedia.org/wiki/Budaya (di unduh pada tanggal 14 mei 2014)
http://id.wikipedia.org/wiki/Antropologi_budaya (di unduh pada tanggal 14 mei 2014)

Nama : Choerul Aldi Wibowo
Kelas : 1KA08
NPM : 11113899

Leave a Reply

Subscribe to Posts | Subscribe to Comments

Copyright © 2012-2014 Chiba Taiki Blogzs
Powered by Blogger
Designed by Johanes Djogan | Re-Design by Chiba Taiki