Posted by : Chiba Taiki On : April 02, 2014

 BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah
Agama mempunyai hubungan yang sangat erat dalam kebudayaan. Dalam meningkatkan persebaran agama ke wilayah yang di inginkan mempunyai strategi dan metode yang dapat diterima baik oleh masyarakat tersebut. Salah satu cara menyebarkan agama ke wilayah yang di inginkan itu melalui kebudayaan, perdagangan, dan ikatan pernikahan dalam masyarakat tersebut.
Pembahasan ini mengukapkan tentang potensi yang harus dibangun dan dikembangkan dalam agama untuk membangun kebudayaan lokal. Strategi yang harus dilakukan untuk membangun agama dalam budaya lokal dapat dibekali dengan pengetahuan, dan sikap yang dapat di terima baik oleh masyarakat. Begitu pula dengan metode yang sesuai dengan tuntutan dan perkembangan masyarakat yang saat ini. Dimana kebudayaan tersebut begitu sangat berkembang pesat dengan oleh zaman modern yang sangat canggih dalam membangun kebudayaan tersebut.
Dalam pembahasan ini sang penulis akan mengupas sesuai topik yang di bahas yaitu “Pesan Agama Dalam Membangun Budaya Lokal”. Dimana topik ini untuk dapat membawa sang pembaca untuk memahami pesan – pesan agama dalam kebudayaan yang begitu sangat berkembang pesat oleh zaman modern tersebut.

1.2 Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah yang telah dipaparkan di atas maka masalah yang yang muncul kemudian ialah apa pesan - pesan agama dalam membangun budaya lokal saat ini? Dan bagaiman cara nya untuk memberi pesan – pesan agama tersebut? Dan mengapa agama dapat membaur dalam  kebudayaan pada zaman modern ini?

1.3Tujuan Penelitian
Tujuan dari penelitian ini adalah :
1.      Diharapkan dapat  memberikan jawaba atas rumusan masalah yang telah dipaparkan di atas
2.      Sebagai motivasi atas pesan–pesan agama untuk kebudayaan.
3.      Memberi kesadaran, bahwa budaya dan agama selalu ada ikatannya.
4.      Dapat mengetahui pesan–pesan yang telah di berikan agama oleh kebudaya lokal saat ini.



BAB II
ISI PENELITIAN

2.1 Pesan Agama Dalam Membangun Budaya Lokal        
          Budaya dapat dijadikan “mesin raksasa” untuk menafsirkan pesan suci agama terutama islam dalam bingkai kultural, kata Rektor Universitas Islam Negri(UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta, Prof Dr HM Amin Abdullah. “Agama harus ditekankan tidak bisa berjalan sendiri untuk memupuk kebersamaan dalam membangun identitas kultural,” katanya dalam pidato penganugerahan Doctor Honoris Causa bidang kebudayaan Islam kepada KH Ahmad Mustofa Bisri, di Yogyakarta.
Menurut Amin Abdullah, agama harus masuk dalam wilayah kategori akhlak, moral, etis, spritual, dan pandangan dunia. Namun demikian, budaya juga menjadi nihil tanpa orientasi transendental yang bersumber dari kejernihan agama."Dalam konteks itu Islam budaya mengambil peran yang signifikan menyulam peradaban manusia sehingga tampak indah dalam suatu jahitan yang harmonis," katanya.
Islam itu sesungguhnya lebih dari satu sistem agama saja; Islam adalah satu kebudayaan yang lengkap”. Demikian diungkapkan oleh H.A. Gibb dalam bukunya yang terkenal Wither Islam.
Seperti itulah pandangan tentang hubungan budaya dengan agama. Seperti yang kita ketahui agama adalah suatu kata yang tidak dapat dimaknai secara tunggal. Memahami agama tidak cukup untuk memandang dengan satu kaca mata saja. Tapi agama harus di pandang oleh beberapa  sudut pandang agar dapat memberikan gambaran seutuhnya. Dengan hal itu agama dapat kita memahami, apa itu agama dengan menurut pandangan yang berbeda? Seperti contoh dalam pandangan ilmuwan Sumardi, 1985:75 “Agama adalah keprihatinan maha luhur dari manusia yang terungkap selaku jawabannya terhadap panggilan dari yang Maha Kuasa dan Maha Kekal. Keprihatinan yang Maha Kuasa dan Maha Kekal itu diungkapkan dalam hidup manusia,pribadi atau kelompok terhadap Tuhan, terhadap manusia dan terhadap alam semesta raya serta isinya”.
Budaya? Budaya menurut Koentjaraningrat (1987:180) adalah keseluruhan sistem, gagasan, tindakan dan hasil kerja manusia dalam rangka kehidupan masyarakat yang di jadikan milik manusia dengan belajar. Jadi budaya diperoleh melalui belajar. Tindakan – tindakan yang dipelajari antara lain cara makan, minum, berpakaian, berbicara, bertani, bertukang, berrelasi dalam masyarakat adalah budaya. Dapatlah disimpulkan bahwa budaya yang digerakan agama timbul dari proses interaksi manusia dengan kitab yang di yakini sebagai hasil daya kreatif pemeluk suatu agama tapi dikondisikan oleh konteks hidup pelakunya, yaitu faktor geografis, budaya dan beberapa kondisi yang objektif.
Dengan penelitian ini, sudah jelas dengan pengertian Agama dan Budaya menurut penulis dan menurut sudut pandangan ilmuwan – ilmuwan yang cukup singkat dan jelas. Lalu, apa pesan agama untuk kebudayaan saat ini, pada zaman modern ini? Jadi agama islam lah yang menjawab, agama islam yang telah menyumbangkan kepekaan terhadap tata tertib kehidupan melalui syari’ah, ketaatan melakukan Shalat lima waktu, kepekaan terhadap mana yang baik dan mana yang jahat, dan melakukan yang baik dan menjauhi yang jahat (amar makruf nahi munkar) berdampak pada pertumbuhan akhlak yang mulia. Inilah hal – hal yang disumbangkan islam dalam pembentukan budaya bangsa.
Bagaiman cara agama memberi pesan kepada budaya zaman modern seperti ini? Jawabannya yaitu dengan cara melopori mendirikan pendidikan seperti sekolah, pondok pesantren, perguruan tinggi. Melalui pendidikan seperti inilah sejak kecil kita diajarkan bagaiman cara melakukan hal yang baik dan menjahui yang jahat, mengetahui hal yang buruk dan hal yang baik. Seperti contohnya pada saat kita masih berpendidikan Taman Kanak – Kanak atau pada saat menginjak Sekolah Dasar, kita sudah di ajarkan berdoa sebelum makan dan sesudah makan, sebelum minum dan sesudah minum, menghormati orang yang lebih tua dari kita, dan dapat mengerjakan sesuatu yang dapat berguna untuk orang lain, karna Manusia yang beruntung adalah manusia yang bermanfaat untuk orang lain.

2.2 Penutup
          Agama dalam budaya lokal adalah akan selalu bersatu dalam menjalankan kebudayaan saat ini. Sehingga agama dan budaya tidak akan hilang ditelan zaman. Dengan penilitian ini dapat kita simpulkan bahwa agama adalah pondasi atau tiang iman yang dapat membawa kita berbagai hari ke hari, bulan ke bulan, tahun ke tahun, zaman ke zaman, hingga saat ini. Demikian yang dapat di sampaikan tentang pembahasan sang penulis yaitu Pesan Agama Dalam Budaya Lokal secara singkat.



 SUMBER REFERENSI


Nama : Choerul Aldi Wibowo
NPM : 11113899
Kelas : 1ka08

Leave a Reply

Subscribe to Posts | Subscribe to Comments

Copyright © 2012-2014 Chiba Taiki Blogzs
Powered by Blogger
Designed by Johanes Djogan | Re-Design by Chiba Taiki